Skip to content

May 10, 2011

Proyeksi

Halo teman,,, apakabar??

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang proyeksi. Adapun hal yang seharusnya bisa teman2 dapatkan setelah membaca blog ini yaitu:

1. Mengetahui prinsip proyeksi.

2. Memahami dan menerapkan metode proyeksi sudut pertama (eropa).

3. Memahami dan menerapkan metoda proyeksi sudut ketiga (amerika).

4. Mengetahui berbagai jenis perspektif dan penggunaanya.

5. Dapat membayangkan bentuk benda dua dimensi ke bentuk tiga dimensi dan sebaliknya.

Pengertian Proyeksi

Proyeksi dalam gambar teknik mesin merupakan suatu metoda untuk menggabarkan titik-titik tertentu sebuah objek, contohnya sebuah titik suatu benda diperpanjang dengan bantuan garis – garis proyeksi dan dihubungkan dengan bidang proyeksi dimana arah pandangan menggunakan arah yang sesuai dengan aturan tegak lurus bidang proyeksi.

Garis Proyeksi

Garis proyeksi merupakan garis maya yang berasal dari satu titik pusat pada jarak tertentu, melalui titik-titik tertentu dari suatu objek dan digambarkan pada bidang proyeksi.

Bidang Proyeksi

Bidang proyeksi merupakan bidang gdimana seubah objek digambarkan sesuai dengan aturan tegak lurrs arah pandanga.

Dalam dunia gambar teknik kita dapat menggolongkan proyeksi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Proyeksi Perspektif

a. Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

b. Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

c. Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

2. Proyeksi Parallel

a. Proyeksi Parallel Miring

i. Proyeksi Aksonomi Miring:

1. Proyeksi Kavalir

2. Proyeksi Cabinet

3. Proyeksi Planometri

b. Proyeksi Parallel Tegak (Proyeksi Orthogonal)

i. Proyeksi Aksonometri Tegak :

1. Proyeksi Isometric

2. Proyeksi Dimetri

3. Proyeksi Trimetric

ii. Proyeksi Normal:

1. Proyeksi Sudut Pertama (First Angle Projection/Proyeksi Metode Eropa)

2. Proyeksi Sudut Ketiga (Third Angle Projection/Proyeksi Metode Amerika)

Proyeksi Perspektif

Proykesi ini disebut juga denga proyeksi konvergen atau sentral atau juga proyeksi memusat. Dalam proyeksi ini, benda atau produk yang dijadikan objek pengamatan ditampilkan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata pengamat atau kamera yang dipakai untuk mengamati benda kerja tersebut. Ukuran benda yang diamati akan sangat tergantung dengan jarak pengamatan benda tersebut. Karena tampilan proyeksi perspektif ini menampilkan tampilan sesungguhnya pada benda yang terlihat, hal ini akan membuat kesulitan dalam penggambaran di teknik mesin, sehingga metode proyeksi ini tidak cocok diterapkan pada gambar teknik mesin. Biasanya proyeksi ini sering dipakai pada bidang arsitektur untuk menyajikan gambar bangunan sebagai iklan dan lain sebagainya.


Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

Proyeksi perspektif satu titik hilang merupakan metoda proyeksi perspektif dimana pandangan (bidang) utama yang dipilih dari sebuah objek sejajar dengan bidang proyeksinya (bidang YZ). Koordinat Y merupakan tempat kedudukan konvergen untuk titik hilang F1, X= horizontal, Z = Vertikal, lihat gambar di bawah:

Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

Proyeksi ini menjelaskan dimana dalam hal ini tidak ada satupun pandangan (bidang) dari objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Koordinat X konvergen untuk titik hilang F1 dan koordinat Y konvergen untuk titik hilang F2, Z = Vertikal

Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

Proyeksi perspektif tiga titik hilang ini merupakan proyeksi sentral dimana tidak ada satupun pandangan (bidang) dari suatu objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Bidang proyeksi dalam hal ini membentuk sudut tertentu dengan bidang horizontal. Koordinat X, Y, dan Z konvergen untuk titik hilang F1, F2, dan F3.

Proyeksi Parallel

Suatu metoda proyeksi dimana garis-garis proyeksinya parallel atau sejajar dengan garis lainnya. Hal ini disebabkan oleh letak titik pengamatan terletak pada jarak yang tak hingga terhadap objek. Bidang proyeksi berada dengan sudut sembarang terhadap garis-garis proyeksinya.

Proyeksi Parallel Miring

Proyeksi parallel miring terjadi bila garis – garis proyeksi parallel dan miring terhadap bidang proyeksi terhadap bidang proyeksi. Titik pengamatan berada pada jarak yang tak hingga, sehingga garis poyeksinya sejajar. Untuk menyeragamkan hasil proyeks maka besarnya sudut kemiringan ditentukan 45° dan 60°.

Proyeksi Kavalir

Proyeksi kavalir merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak denan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Cabinet

Proyeksi cabinet merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 60° dengan bidnag proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada satu arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang setengah dari panjang sebenarnya. Objek terletak dengan salah satu pandangannya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Planometri

Proyeksi planometri merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang XY), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak dengan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Parallel Tegak

Pada proyeksi ini garis proyeksinya sejajar dan tegak lurus terhadap bidang gambar atau bidang proyeksi. Hasil proyeksinya akan berbentuk dan berukuran sama dengan bojek yang diproyeksikan. Proyeksi ini disebut jugan dengan nama proyeksi orthogonal. Pada benda atau objek yang sederhana kemungkinan sudah bisa terlihat dengan jelas cukup hanya dengan satu pandangan saja, tapi apabila objek atau benda yang rumit maka akan diperlukan pandangan lain bisa jadi diperlukan tiga pandangan atau bahkan sampai lima pandangan.

Proyeksi Aksonometri Tegak

Umumnya proyeksi ini merupakan bagian dari proyeksi orthogonal dimana objek diletakan sedemikian rupa sehingga bidang objek tersebut terlihat dalam pengamatan. Dalam hal ini tentu banyak kemungkinan peletakan dari objek atau benda yang akan diamati, sehingga dikenal beberapa proyeksi yang terdapat pada proyeksi ini diantaranya adalah proyeksi isometric, proyeksi dimetri dan proykesi trimetric.

Proyeksi Isometric

Proyeksi isometric merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari objek diletakkan sedemikian ruma terhadap bidang proyeksi dimana masing – masing bidang membentuk sudut 30° dan skala yang digunakan pada setiap bidang adalah sama.

Proyeksi Dimetri

Pada proyeksi ini dimana objek diletakkan sedemikan rupa terhadap bidang proyeksi, dua sumbunya membentuk sudut tertentu yaitu 7° dan 42° dan terjadi pengecilan dimensi pada sudut 42° dengan skala 1 : 2.

Proyeksi Trimetric

Adalah suatu proyeksi dimana pandangan yang dipilih dari objek, yang diletakkan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi sehingga proyeksi panjang sisi-sisi objek tersebut mengalami pengecilan dengan skala yang berbeda – beda kea rah ketiga koordinatnya.

Proyeksi Normal

Proyeksi ini merupaka proyeksi parallel tegak dimana pandangan-pandangan utama yang dipilih dari suatu objek terletak parallel terhadap satu atau beberapa bidang proyeksi. Hal ini berarti pengamatan normal terhadap bidang proyeksinya dan terletak pada jarak yang tak terhingga dari objek. Bidang proyeksi dapat diletakkan di depan atau di belakang objek.

Dalam proyeksi normal terdapat dua jenis proyeksi yaitu proyeksi metode amerika yang terletak pada kuadran ketiga sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut ketiga atau third angle projection dan proyeksi eropa yang terletak pada kuadran pertama sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut pertama atau first angle projection.

Proyeksi Sudut Ketiga (Proyeksi Metode Amerika, Third Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada dibelakang masing – masing bidang proyeksi. Yang menjadi cirri has pada proyeksi ini adalah :

Pandangan atas berada di atas pandangan utama

Pandangan bawah berada di bawah pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di samping kanan atau kiri pandangan samping

Pandangan Sudut Pertama (Proyeksi Metoda Eropa, First Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada di depan masing – masing bidang proyeksi. Ciri khas dari proyeksi ini adalah:

Pandangan atas terletak di bawah pandangan utama

Pandangan bawah terletak di atas pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di sebelah kanan atau kiri pandangan samping

Materi dikutip dari modul GTM Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

Halo teman,,, apakabar??

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang proyeksi. Adapun hal yang seharusnya bisa teman2 dapatkan setelah membaca blog ini yaitu:

1. Mengetahui prinsip proyeksi.

2. Memahami dan menerapkan metode proyeksi sudut pertama (eropa).

3. Memahami dan menerapkan metoda proyeksi sudut ketiga (amerika).

4. Mengetahui berbagai jenis perspektif dan penggunaanya.

5. Dapat membayangkan bentuk benda dua dimensi ke bentuk tiga dimensi dan sebaliknya.

Pengertian Proyeksi

Proyeksi dalam gambar teknik mesin merupakan suatu metoda untuk menggabarkan titik-titik tertentu sebuah objek, contohnya sebuah titik suatu benda diperpanjang dengan bantuan garis – garis proyeksi dan dihubungkan dengan bidang proyeksi dimana arah pandangan menggunakan arah yang sesuai dengan aturan tegak lurus bidang proyeksi.

Garis Proyeksi

Garis proyeksi merupakan garis maya yang berasal dari satu titik pusat pada jarak tertentu, melalui titik-titik tertentu dari suatu objek dan digambarkan pada bidang proyeksi.

Bidang Proyeksi

Bidang proyeksi merupakan bidang gdimana seubah objek digambarkan sesuai dengan aturan tegak lurrs arah pandanga.

Dalam dunia gambar teknik kita dapat menggolongkan proyeksi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Proyeksi Perspektif

a. Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

b. Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

c. Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

2. Proyeksi Parallel

a. Proyeksi Parallel Miring

i. Proyeksi Aksonomi Miring:

1. Proyeksi Kavalir

2. Proyeksi Cabinet

3. Proyeksi Planometri

b. Proyeksi Parallel Tegak (Proyeksi Orthogonal)

i. Proyeksi Aksonometri Tegak :

1. Proyeksi Isometric

2. Proyeksi Dimetri

3. Proyeksi Trimetric

ii. Proyeksi Normal:

1. Proyeksi Sudut Pertama (First Angle Projection/Proyeksi Metode Eropa)

2. Proyeksi Sudut Ketiga (Third Angle Projection/Proyeksi Metode Amerika)

Proyeksi Perspektif

Proykesi ini disebut juga denga proyeksi konvergen atau sentral atau juga proyeksi memusat. Dalam proyeksi ini, benda atau produk yang dijadikan objek pengamatan ditampilkan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata pengamat atau kamera yang dipakai untuk mengamati benda kerja tersebut. Ukuran benda yang diamati akan sangat tergantung dengan jarak pengamatan benda tersebut. Karena tampilan proyeksi perspektif ini menampilkan tampilan sesungguhnya pada benda yang terlihat, hal ini akan membuat kesulitan dalam penggambaran di teknik mesin, sehingga metode proyeksi ini tidak cocok diterapkan pada gambar teknik mesin. Biasanya proyeksi ini sering dipakai pada bidang arsitektur untuk menyajikan gambar bangunan sebagai iklan dan lain sebagainya.

Proyeksi perspektif satu titik hilang

Proyeksi perspektif satu titik hilang merupakan metoda proyeksi perspektif dimana pandangan (bidang) utama yang dipilih dari sebuah objek sejajar dengan bidang proyeksinya (bidang YZ). Koordinat Y merupakan tempat kedudukan konvergen untuk titik hilang F1, X= horizontal, Z = Vertikal, lihat gambar di bawah:

Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

Proyeksi ini menjelaskan dimana dalam hal ini tidak ada satupun pandangan (bidang) dari objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Koordinat X konvergen untuk titik hilang F1 dan koordinat Y konvergen untuk titik hilang F2, Z = Vertikal

Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

Proyeksi perspektif tiga titik hilang ini merupakan proyeksi sentral dimana tidak ada satupun pandangan (bidang) dari suatu objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Bidang proyeksi dalam hal ini membentuk sudut tertentu dengan bidang horizontal. Koordinat X, Y, dan Z konvergen untuk titik hilang F1, F2, dan F3.

Proyeksi Parallel

Suatu metoda proyeksi dimana garis-garis proyeksinya parallel atau sejajar dengan garis lainnya. Hal ini disebabkan oleh letak titik pengamatan terletak pada jarak yang tak hingga terhadap objek. Bidang proyeksi berada dengan sudut sembarang terhadap garis-garis proyeksinya.

Proyeksi Parallel Miring

Proyeksi parallel miring terjadi bila garis – garis proyeksi parallel dan miring terhadap bidang proyeksi terhadap bidang proyeksi. Titik pengamatan berada pada jarak yang tak hingga, sehingga garis poyeksinya sejajar. Untuk menyeragamkan hasil proyeks maka besarnya sudut kemiringan ditentukan 45° dan 60°.

Proyeksi Kavalir

Proyeksi kavalir merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak denan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Cabinet

Proyeksi cabinet merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 60° dengan bidnag proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada satu arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang setengah dari panjang sebenarnya. Objek terletak dengan salah satu pandangannya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Planometri

Proyeksi planometri merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang XY), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak dengan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Parallel Tegak

Pada proyeksi ini garis proyeksinya sejajar dan tegak lurus terhadap bidang gambar atau bidang proyeksi. Hasil proyeksinya akan berbentuk dan berukuran sama dengan bojek yang diproyeksikan. Proyeksi ini disebut jugan dengan nama proyeksi orthogonal. Pada benda atau objek yang sederhana kemungkinan sudah bisa terlihat dengan jelas cukup hanya dengan satu pandangan saja, tapi apabila objek atau benda yang rumit maka akan diperlukan pandangan lain bisa jadi diperlukan tiga pandangan atau bahkan sampai lima pandangan.

Proyeksi Aksonometri Tegak

Umumnya proyeksi ini merupakan bagian dari proyeksi orthogonal dimana objek diletakan sedemikian rupa sehingga bidang objek tersebut terlihat dalam pengamatan. Dalam hal ini tentu banyak kemungkinan peletakan dari objek atau benda yang akan diamati, sehingga dikenal beberapa proyeksi yang terdapat pada proyeksi ini diantaranya adalah proyeksi isometric, proyeksi dimetri dan proykesi trimetric.

Proyeksi Isometric

Proyeksi isometric merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari objek diletakkan sedemikian ruma terhadap bidang proyeksi dimana masing – masing bidang membentuk sudut 30° dan skala yang digunakan pada setiap bidang adalah sama.

Proyeksi Dimetri

Pada proyeksi ini dimana objek diletakkan sedemikan rupa terhadap bidang proyeksi, dua sumbunya membentuk sudut tertentu yaitu 7° dan 42° dan terjadi pengecilan dimensi pada sudut 42° dengan skala 1 : 2.

Proyeksi Trimetric

Adalah suatu proyeksi dimana pandangan yang dipilih dari objek, yang diletakkan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi sehingga proyeksi panjang sisi-sisi objek tersebut mengalami pengecilan dengan skala yang berbeda – beda kea rah ketiga koordinatnya.

Proyeksi Normal

Proyeksi ini merupaka proyeksi parallel tegak dimana pandangan-pandangan utama yang dipilih dari suatu objek terletak parallel terhadap satu atau beberapa bidang proyeksi. Hal ini berarti pengamatan normal terhadap bidang proyeksinya dan terletak pada jarak yang tak terhingga dari objek. Bidang proyeksi dapat diletakkan di depan atau di belakang objek.

Dalam proyeksi normal terdapat dua jenis proyeksi yaitu proyeksi metode amerika yang terletak pada kuadran ketiga sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut ketiga atau third angle projection dan proyeksi eropa yang terletak pada kuadran pertama sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut pertama atau first angle projection.

Proyeksi Sudut Ketiga (Proyeksi Metode Amerika, Third Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada dibelakang masing – masing bidang proyeksi. Yang menjadi cirri has pada proyeksi ini adalah :

Pandangan atas berada di atas pandangan utama

Pandangan bawah berada di bawah pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di samping kanan atau kiri pandangan samping

Pandangan Sudut Pertama (Proyeksi Metoda Eropa, First Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada di depan masing – masing bidang proyeksi. Ciri khas dari proyeksi ini adalah:

Pandangan atas terletak di bawah pandangan utama

Pandangan bawah terletak di atas pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di sebelah kanan atau kiri pandangan samping

Materi dikutip dari modul GTM Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

Comments are closed.