Skip to content

Recent Articles

10
May

Proyeksi

Halo teman,,, apakabar??

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang proyeksi. Adapun hal yang seharusnya bisa teman2 dapatkan setelah membaca blog ini yaitu:

1. Mengetahui prinsip proyeksi.

2. Memahami dan menerapkan metode proyeksi sudut pertama (eropa).

3. Memahami dan menerapkan metoda proyeksi sudut ketiga (amerika).

4. Mengetahui berbagai jenis perspektif dan penggunaanya.

5. Dapat membayangkan bentuk benda dua dimensi ke bentuk tiga dimensi dan sebaliknya.

Pengertian Proyeksi

Proyeksi dalam gambar teknik mesin merupakan suatu metoda untuk menggabarkan titik-titik tertentu sebuah objek, contohnya sebuah titik suatu benda diperpanjang dengan bantuan garis – garis proyeksi dan dihubungkan dengan bidang proyeksi dimana arah pandangan menggunakan arah yang sesuai dengan aturan tegak lurus bidang proyeksi.

Garis Proyeksi

Garis proyeksi merupakan garis maya yang berasal dari satu titik pusat pada jarak tertentu, melalui titik-titik tertentu dari suatu objek dan digambarkan pada bidang proyeksi.

Bidang Proyeksi

Bidang proyeksi merupakan bidang gdimana seubah objek digambarkan sesuai dengan aturan tegak lurrs arah pandanga.

Dalam dunia gambar teknik kita dapat menggolongkan proyeksi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Proyeksi Perspektif

a. Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

b. Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

c. Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

2. Proyeksi Parallel

a. Proyeksi Parallel Miring

i. Proyeksi Aksonomi Miring:

1. Proyeksi Kavalir

2. Proyeksi Cabinet

3. Proyeksi Planometri

b. Proyeksi Parallel Tegak (Proyeksi Orthogonal)

i. Proyeksi Aksonometri Tegak :

1. Proyeksi Isometric

2. Proyeksi Dimetri

3. Proyeksi Trimetric

ii. Proyeksi Normal:

1. Proyeksi Sudut Pertama (First Angle Projection/Proyeksi Metode Eropa)

2. Proyeksi Sudut Ketiga (Third Angle Projection/Proyeksi Metode Amerika)

Proyeksi Perspektif

Proykesi ini disebut juga denga proyeksi konvergen atau sentral atau juga proyeksi memusat. Dalam proyeksi ini, benda atau produk yang dijadikan objek pengamatan ditampilkan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata pengamat atau kamera yang dipakai untuk mengamati benda kerja tersebut. Ukuran benda yang diamati akan sangat tergantung dengan jarak pengamatan benda tersebut. Karena tampilan proyeksi perspektif ini menampilkan tampilan sesungguhnya pada benda yang terlihat, hal ini akan membuat kesulitan dalam penggambaran di teknik mesin, sehingga metode proyeksi ini tidak cocok diterapkan pada gambar teknik mesin. Biasanya proyeksi ini sering dipakai pada bidang arsitektur untuk menyajikan gambar bangunan sebagai iklan dan lain sebagainya.


Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

Proyeksi perspektif satu titik hilang merupakan metoda proyeksi perspektif dimana pandangan (bidang) utama yang dipilih dari sebuah objek sejajar dengan bidang proyeksinya (bidang YZ). Koordinat Y merupakan tempat kedudukan konvergen untuk titik hilang F1, X= horizontal, Z = Vertikal, lihat gambar di bawah:

Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

Proyeksi ini menjelaskan dimana dalam hal ini tidak ada satupun pandangan (bidang) dari objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Koordinat X konvergen untuk titik hilang F1 dan koordinat Y konvergen untuk titik hilang F2, Z = Vertikal

Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

Proyeksi perspektif tiga titik hilang ini merupakan proyeksi sentral dimana tidak ada satupun pandangan (bidang) dari suatu objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Bidang proyeksi dalam hal ini membentuk sudut tertentu dengan bidang horizontal. Koordinat X, Y, dan Z konvergen untuk titik hilang F1, F2, dan F3.

Proyeksi Parallel

Suatu metoda proyeksi dimana garis-garis proyeksinya parallel atau sejajar dengan garis lainnya. Hal ini disebabkan oleh letak titik pengamatan terletak pada jarak yang tak hingga terhadap objek. Bidang proyeksi berada dengan sudut sembarang terhadap garis-garis proyeksinya.

Proyeksi Parallel Miring

Proyeksi parallel miring terjadi bila garis – garis proyeksi parallel dan miring terhadap bidang proyeksi terhadap bidang proyeksi. Titik pengamatan berada pada jarak yang tak hingga, sehingga garis poyeksinya sejajar. Untuk menyeragamkan hasil proyeks maka besarnya sudut kemiringan ditentukan 45° dan 60°.

Proyeksi Kavalir

Proyeksi kavalir merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak denan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Cabinet

Proyeksi cabinet merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 60° dengan bidnag proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada satu arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang setengah dari panjang sebenarnya. Objek terletak dengan salah satu pandangannya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Planometri

Proyeksi planometri merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang XY), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak dengan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Parallel Tegak

Pada proyeksi ini garis proyeksinya sejajar dan tegak lurus terhadap bidang gambar atau bidang proyeksi. Hasil proyeksinya akan berbentuk dan berukuran sama dengan bojek yang diproyeksikan. Proyeksi ini disebut jugan dengan nama proyeksi orthogonal. Pada benda atau objek yang sederhana kemungkinan sudah bisa terlihat dengan jelas cukup hanya dengan satu pandangan saja, tapi apabila objek atau benda yang rumit maka akan diperlukan pandangan lain bisa jadi diperlukan tiga pandangan atau bahkan sampai lima pandangan.

Proyeksi Aksonometri Tegak

Umumnya proyeksi ini merupakan bagian dari proyeksi orthogonal dimana objek diletakan sedemikian rupa sehingga bidang objek tersebut terlihat dalam pengamatan. Dalam hal ini tentu banyak kemungkinan peletakan dari objek atau benda yang akan diamati, sehingga dikenal beberapa proyeksi yang terdapat pada proyeksi ini diantaranya adalah proyeksi isometric, proyeksi dimetri dan proykesi trimetric.

Proyeksi Isometric

Proyeksi isometric merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari objek diletakkan sedemikian ruma terhadap bidang proyeksi dimana masing – masing bidang membentuk sudut 30° dan skala yang digunakan pada setiap bidang adalah sama.

Proyeksi Dimetri

Pada proyeksi ini dimana objek diletakkan sedemikan rupa terhadap bidang proyeksi, dua sumbunya membentuk sudut tertentu yaitu 7° dan 42° dan terjadi pengecilan dimensi pada sudut 42° dengan skala 1 : 2.

Proyeksi Trimetric

Adalah suatu proyeksi dimana pandangan yang dipilih dari objek, yang diletakkan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi sehingga proyeksi panjang sisi-sisi objek tersebut mengalami pengecilan dengan skala yang berbeda – beda kea rah ketiga koordinatnya.

Proyeksi Normal

Proyeksi ini merupaka proyeksi parallel tegak dimana pandangan-pandangan utama yang dipilih dari suatu objek terletak parallel terhadap satu atau beberapa bidang proyeksi. Hal ini berarti pengamatan normal terhadap bidang proyeksinya dan terletak pada jarak yang tak terhingga dari objek. Bidang proyeksi dapat diletakkan di depan atau di belakang objek.

Dalam proyeksi normal terdapat dua jenis proyeksi yaitu proyeksi metode amerika yang terletak pada kuadran ketiga sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut ketiga atau third angle projection dan proyeksi eropa yang terletak pada kuadran pertama sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut pertama atau first angle projection.

Proyeksi Sudut Ketiga (Proyeksi Metode Amerika, Third Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada dibelakang masing – masing bidang proyeksi. Yang menjadi cirri has pada proyeksi ini adalah :

Pandangan atas berada di atas pandangan utama

Pandangan bawah berada di bawah pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di samping kanan atau kiri pandangan samping

Pandangan Sudut Pertama (Proyeksi Metoda Eropa, First Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada di depan masing – masing bidang proyeksi. Ciri khas dari proyeksi ini adalah:

Pandangan atas terletak di bawah pandangan utama

Pandangan bawah terletak di atas pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di sebelah kanan atau kiri pandangan samping

Materi dikutip dari modul GTM Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

Halo teman,,, apakabar??

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang proyeksi. Adapun hal yang seharusnya bisa teman2 dapatkan setelah membaca blog ini yaitu:

1. Mengetahui prinsip proyeksi.

2. Memahami dan menerapkan metode proyeksi sudut pertama (eropa).

3. Memahami dan menerapkan metoda proyeksi sudut ketiga (amerika).

4. Mengetahui berbagai jenis perspektif dan penggunaanya.

5. Dapat membayangkan bentuk benda dua dimensi ke bentuk tiga dimensi dan sebaliknya.

Pengertian Proyeksi

Proyeksi dalam gambar teknik mesin merupakan suatu metoda untuk menggabarkan titik-titik tertentu sebuah objek, contohnya sebuah titik suatu benda diperpanjang dengan bantuan garis – garis proyeksi dan dihubungkan dengan bidang proyeksi dimana arah pandangan menggunakan arah yang sesuai dengan aturan tegak lurus bidang proyeksi.

Garis Proyeksi

Garis proyeksi merupakan garis maya yang berasal dari satu titik pusat pada jarak tertentu, melalui titik-titik tertentu dari suatu objek dan digambarkan pada bidang proyeksi.

Bidang Proyeksi

Bidang proyeksi merupakan bidang gdimana seubah objek digambarkan sesuai dengan aturan tegak lurrs arah pandanga.

Dalam dunia gambar teknik kita dapat menggolongkan proyeksi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Proyeksi Perspektif

a. Proyeksi Perspektif Satu Titik Hilang

b. Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

c. Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

2. Proyeksi Parallel

a. Proyeksi Parallel Miring

i. Proyeksi Aksonomi Miring:

1. Proyeksi Kavalir

2. Proyeksi Cabinet

3. Proyeksi Planometri

b. Proyeksi Parallel Tegak (Proyeksi Orthogonal)

i. Proyeksi Aksonometri Tegak :

1. Proyeksi Isometric

2. Proyeksi Dimetri

3. Proyeksi Trimetric

ii. Proyeksi Normal:

1. Proyeksi Sudut Pertama (First Angle Projection/Proyeksi Metode Eropa)

2. Proyeksi Sudut Ketiga (Third Angle Projection/Proyeksi Metode Amerika)

Proyeksi Perspektif

Proykesi ini disebut juga denga proyeksi konvergen atau sentral atau juga proyeksi memusat. Dalam proyeksi ini, benda atau produk yang dijadikan objek pengamatan ditampilkan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata pengamat atau kamera yang dipakai untuk mengamati benda kerja tersebut. Ukuran benda yang diamati akan sangat tergantung dengan jarak pengamatan benda tersebut. Karena tampilan proyeksi perspektif ini menampilkan tampilan sesungguhnya pada benda yang terlihat, hal ini akan membuat kesulitan dalam penggambaran di teknik mesin, sehingga metode proyeksi ini tidak cocok diterapkan pada gambar teknik mesin. Biasanya proyeksi ini sering dipakai pada bidang arsitektur untuk menyajikan gambar bangunan sebagai iklan dan lain sebagainya.

Proyeksi perspektif satu titik hilang

Proyeksi perspektif satu titik hilang merupakan metoda proyeksi perspektif dimana pandangan (bidang) utama yang dipilih dari sebuah objek sejajar dengan bidang proyeksinya (bidang YZ). Koordinat Y merupakan tempat kedudukan konvergen untuk titik hilang F1, X= horizontal, Z = Vertikal, lihat gambar di bawah:

Proyeksi Perspektif Dua Titik Hilang

Proyeksi ini menjelaskan dimana dalam hal ini tidak ada satupun pandangan (bidang) dari objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Koordinat X konvergen untuk titik hilang F1 dan koordinat Y konvergen untuk titik hilang F2, Z = Vertikal

Proyeksi Perspektif Tiga Titik Hilang

Proyeksi perspektif tiga titik hilang ini merupakan proyeksi sentral dimana tidak ada satupun pandangan (bidang) dari suatu objek yang akan diproyeksikan yang terletak sejajar dengan bidang proyeksi. Bidang proyeksi dalam hal ini membentuk sudut tertentu dengan bidang horizontal. Koordinat X, Y, dan Z konvergen untuk titik hilang F1, F2, dan F3.

Proyeksi Parallel

Suatu metoda proyeksi dimana garis-garis proyeksinya parallel atau sejajar dengan garis lainnya. Hal ini disebabkan oleh letak titik pengamatan terletak pada jarak yang tak hingga terhadap objek. Bidang proyeksi berada dengan sudut sembarang terhadap garis-garis proyeksinya.

Proyeksi Parallel Miring

Proyeksi parallel miring terjadi bila garis – garis proyeksi parallel dan miring terhadap bidang proyeksi terhadap bidang proyeksi. Titik pengamatan berada pada jarak yang tak hingga, sehingga garis poyeksinya sejajar. Untuk menyeragamkan hasil proyeks maka besarnya sudut kemiringan ditentukan 45° dan 60°.

Proyeksi Kavalir

Proyeksi kavalir merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak denan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Cabinet

Proyeksi cabinet merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 60° dengan bidnag proyeksi (bidang YZ), sehingga objek pada satu arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang setengah dari panjang sebenarnya. Objek terletak dengan salah satu pandangannya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Planometri

Proyeksi planometri merupakan proyeksi parallel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45° dengan bidang proyeksi (bidang XY), sehingga objek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya. Objek terletak dengan pandangan utamanya sejajar dengan bidang proyeksi.

Proyeksi Parallel Tegak

Pada proyeksi ini garis proyeksinya sejajar dan tegak lurus terhadap bidang gambar atau bidang proyeksi. Hasil proyeksinya akan berbentuk dan berukuran sama dengan bojek yang diproyeksikan. Proyeksi ini disebut jugan dengan nama proyeksi orthogonal. Pada benda atau objek yang sederhana kemungkinan sudah bisa terlihat dengan jelas cukup hanya dengan satu pandangan saja, tapi apabila objek atau benda yang rumit maka akan diperlukan pandangan lain bisa jadi diperlukan tiga pandangan atau bahkan sampai lima pandangan.

Proyeksi Aksonometri Tegak

Umumnya proyeksi ini merupakan bagian dari proyeksi orthogonal dimana objek diletakan sedemikian rupa sehingga bidang objek tersebut terlihat dalam pengamatan. Dalam hal ini tentu banyak kemungkinan peletakan dari objek atau benda yang akan diamati, sehingga dikenal beberapa proyeksi yang terdapat pada proyeksi ini diantaranya adalah proyeksi isometric, proyeksi dimetri dan proykesi trimetric.

Proyeksi Isometric

Proyeksi isometric merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari objek diletakkan sedemikian ruma terhadap bidang proyeksi dimana masing – masing bidang membentuk sudut 30° dan skala yang digunakan pada setiap bidang adalah sama.

Proyeksi Dimetri

Pada proyeksi ini dimana objek diletakkan sedemikan rupa terhadap bidang proyeksi, dua sumbunya membentuk sudut tertentu yaitu 7° dan 42° dan terjadi pengecilan dimensi pada sudut 42° dengan skala 1 : 2.

Proyeksi Trimetric

Adalah suatu proyeksi dimana pandangan yang dipilih dari objek, yang diletakkan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi sehingga proyeksi panjang sisi-sisi objek tersebut mengalami pengecilan dengan skala yang berbeda – beda kea rah ketiga koordinatnya.

Proyeksi Normal

Proyeksi ini merupaka proyeksi parallel tegak dimana pandangan-pandangan utama yang dipilih dari suatu objek terletak parallel terhadap satu atau beberapa bidang proyeksi. Hal ini berarti pengamatan normal terhadap bidang proyeksinya dan terletak pada jarak yang tak terhingga dari objek. Bidang proyeksi dapat diletakkan di depan atau di belakang objek.

Dalam proyeksi normal terdapat dua jenis proyeksi yaitu proyeksi metode amerika yang terletak pada kuadran ketiga sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut ketiga atau third angle projection dan proyeksi eropa yang terletak pada kuadran pertama sehingga sering juga disebut dengan proyeksi sudut pertama atau first angle projection.

Proyeksi Sudut Ketiga (Proyeksi Metode Amerika, Third Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada dibelakang masing – masing bidang proyeksi. Yang menjadi cirri has pada proyeksi ini adalah :

Pandangan atas berada di atas pandangan utama

Pandangan bawah berada di bawah pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di samping kanan atau kiri pandangan samping

Pandangan Sudut Pertama (Proyeksi Metoda Eropa, First Angle Projection)

Adalah proyeksi normal dimana objek yang akan digambarkan dalam arah pengamatan, berada di depan masing – masing bidang proyeksi. Ciri khas dari proyeksi ini adalah:

Pandangan atas terletak di bawah pandangan utama

Pandangan bawah terletak di atas pandangan utama

Pandangan samping kiri terletak di samping kanan pandangan utama

Pandangan samping kanan terletak di samping kiri pandangan utama

Pandangan belakang bisa terletak di sebelah kanan atau kiri pandangan samping

Materi dikutip dari modul GTM Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

3
May

Pengukuran Dengan Alat Ukur

Mengukur

Mengukur merupakan membandingkan secara langsung suatu benda yang diukur dengan menggunakan suatu alat yang telah standard dengan memiliki skala asli.

Ketelitian Pengukuran

Ketelitian ukuran adalah bagian ukuran terkecil yang bisa langsung dibaca pada alat ukur yang sedang kita pakai.

Adapun beberapa alat ukur yang dipakai pada umumnya, diantaranya adalah:

Pita Pengukur

Pita pengukur, alat ini digunakan untuk mengukur lebih dari 500 mm. Dalam dunia nyata kita sering melihat pita ukur ini dibagi dalam berbagai jenis ukuran panjang diantaranya 2 m dan 3 m bahkan ada yang mempunyai kemampuan sampai mengukur 50 m.

Jangka Sorong

Jangka sorong merupaka salah satu alat ukur yang tergolong presisi dengan memiliki dua skala yaitu skala utama dan skala nonius. Ketelitian jangka sorong ini juga terdiri dari beberapa diantaranya ketelitian 0,02 mm, 0,05 mm, 0,5 mm. Ketelitian tersebut digunakan tergantung dari keperluan kita dalam mengukur benda tersebut. Semakin presisi ukuran yang kita butuhkan maka kita akan mengunakan ketelitian alat ukur yang semakin kecil.

Skala jangka sorong yang terdiri dari skala nonius dan skala utama juga dibagi menjadi dua yaitu ada yang inchi dan ada yang metric, dan semua satuan tersebut dapat kita jumpai dalam satu alat ukur.

Adapun bagian-bagian dari Jangka sorong diataranya :

  1. Rahang tetap
  2. Rahang geser
  3. Skala nonius (dalam inchi dan metric)
  4. Skala utama(dalam inchi dan metric)
  5. Mur pengencang
  6. Batang pengukur kedalaman

Micrometer

Dalam dunia manufaktur yang semakin maju dan berkembang pesat sehingga alat yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia semakin mutahir, nah untuk membuat barang yang yang diproduksi dalam teknologi yang canggih tentu alat ukur yang dipakai juga harus bisa mendukung produksi tersebut. Salah satunya adalah micrometer. Sebelumnya telah disebutkan alat ukur yang termasuk presisi adalah jangka sorong, tapi ketelitian jangka sorong yang dimiliki masih belum bisa memenuhi kebutuhan dunia manufakur, oleh karena itu dibuatlah micro meter. Micrometer memiliki ketelitian lebih akurat dari ketelitian yang dimiliki oleh jangka sorong yaitu 0,01 mm bahkan sebagian micrometer ada yang memiliki ketelitian sampai 0,002mm.

Setelah kita membahas keunggulan yang dimiliki oleh micrometer yaitu memiliki ketelitian yang lebih tinggi dari pada jangka sorong, micrometer juga memiliki kelemahan, yaitu micrometer hanya dapat mengukur dalam range yang sangat pendek hanya 25 mm saja. Bagaimana kalau kita ingin mengukur benda atau produk yang ukurannya melebihi dari 25 mm?

Bila kita ingin mengukur benda atau produk yang lebih dari ukuran 25mm kita bisa menggunakan micrometer yang lebih besar, karena ukuran micrometer dikelompokkan menjadi beberapa diantaranya 0 – 25mm, 25 – 50mm, 50 – 75 mm, 75 – 100 mm dan seterusnya. Sebagai contoh, apabila kita ingin mengukur benda atau produk yang ukurannya 78 mm maka kita harus menggunakan micrometer yang memiliki range 75 – 100 mm.

Adapun bagian-bagian dari micrometer diantaranya:

  1. Bingkai
  2. Landasan penutup
  3. Batang pengukur
  4. Rahang yang bergerak
  5. Rahang tetap
  6. Bidal/sarung pengukur
  7. Laras skala
  8. Penahan panas
  9. Gigi geser
  10. Tangkai pengunci

1
May

Gambar Teknik Mesin

Halo teman-teman apa kabar,,,

Hari ini saya akan membahas tentanga gambar teknik mesin, nah adapun beberapa materi yang akan saya bahas dalam artikel kali ini, diantaranya sebagai berikut:

  1. Pendahuluan (seperti biasa)
  2. Kertas
  3. Tulisan
  4. Garis
  5. Skala
  6. Alat-alat gambar

Okey teman-teman kita mulai dari yang pertama yah,

1. Pendahuluan

Gambar teknik merupakan bahasa komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan ide/pemikiran seseorang yang diwujudkan menjadi bentuk tertentu yang dapat dipahami, dibaca dan dimengerti oleh orang lain dalam bidang keteknikan.

Gambar teknik harus bisa dimengerti dan dipahami oleh semua pelaku teknik diseluruh dunia, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan suatu rules, aturan ataupun suatu standard yang berlaku secara global atau internasional sehingga dimanapun kita menggunakan aturan itu semua orang yang dalam bidangnya dapat memahami. Standard itu disebut dengan ISO (international Organization for Standardization).

2. Kertas

2.1. Ukuran Kertas

Ukuran dasar kertas gambar berpatokan pada A0 dengan luas 1m^2.

Ukuran kertas seri ISO-A (pilihan pertamaa)

Ukuran kertas terluar yang banyak digunakan dipilih dari seri utama ISO-A, khususnya ISO 216

Format Ukuran Kertas (mm)

A0                                                     841 x 1189

A1                                                      594 x 841

A2                                                      420 x 594

A3                                                      297 x 420

A4                                                       210 x 297

Ukuran Khusus yang diperpanjang I (pilihan kedua)

Format                                    Ukuran Kertas (mm)

A3 x 3                                              420 x 891

A3 x 4                                              420 x 1189

A4 x 3                                               297 x 630

A4 x 4                                               297 x 841

A4 x 5                                               297 x 1051

(jika dibuthkan ukuran kertas yang lebih panjang, maka digunakan ukuran kertas pada pilihan kedua di atas)

Ukuran Khusus yang diperpanjang II (pilihan ketiga)

Format                                   Ukuran Kertas (mm)

A0 x 2 *)                                        1189 x 1682

A0 x 3                                             1189 x 2523**)

A1 x 3                                              841 x 1783

A1 x 4                                              941 x 2378**)

A2 x 3                                              594 x 1261

A2 x 4                                              594 x 2102

A3 x 5                                              420 x 1486

A3 x 6                                              420 x 1261

A3 x 7                                              420 x 2080

A4 x 6                                              297 x 1261

A4 x 7                                              297 x 1471

A4 x 8                                               297 x 1682

A4 x 9                                               297 x 1892

*) sama dengan 2 kali A0 pada seri ISO-A,

**) ukuran ini sebaiknya jangan digunakan

Teman-teman ingat ya, gambar asli harus dibuat pada kertas dengan ukuran sekecil mungkin, sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam menggambar.

2.2 Tata Letak Kertas

Perlengkapan utama yang harus ditampilkan pada kertas gambar yang akan dicetak adalah sebagai berikut:

  • Kepala gambar/ etiket;
  • Garis tepi untuk mebatasi daerah peenggambaran;
  • Tanda tengah (center marking);
  • Tanda orientasi (orientation marking);
  • Skala referensi metrik (metric reference graduation);
  • Sistem referensi kisi (grid reference system);
  • Tanda pemotongan (trimming marks)

Kepala gambar

Kepala gambar atau sering disebut dengan istilah Etiket harus ditempatkan dalam daerah penggambaran, nah,,, dalam etiket ada beberapa informasi yang terdapat di dalamnya, seperti: nama benda, nomor gambar, jumlah lembar, nomor order, tanggal, nama pembuat gambar dan sebagainya.

Lipatan kertas

Lipatan kertas ditujukan untuk mempermudah penyimpanan/pengarsipan gambar untuk dokumentasi.

3. Tulisan (ISO 3098/I-1974)

Hal – hal penting yang harus diperhatikan pada bentuk tulisan yang dipakai pada gambar teknik adalah mudah dibaca, keseragaman, kesesuaian untuk dokumentasi dalam bentuk mikrofilm dan penggandaan photographic lainnya, dan tebal untuk huruf keci dan kapital harus sama.  Tulisan Iso digolongkan menjadi dua yaitu Iso Tegak dan Iso Miring, dimana tulisan Iso Miring memiliki kemiringan sekitar 15 derajat kearah kanan.

contoh ketentuan tulisan iso

Tinggi huruf                                         Aplikasi penggunaan

2,5 mm                                                  Toleransi

3,5 mm                                                   Penunjukan ukuran, tulisan-tulisan tanda

pengerjaan, skala dari detail, daftar bagian

5 mm                                                       Potongan, pandangan, detail, skala, nama

instansi/sekolah

7 mm                                                       Judul gambar (etiket), nomor bagian,

nomor gambar

4. Garis

Dalam gambar teknik garis adalah bagian yang sangat penting, satu tarikan garis sangat menentukan hasil gambar kerja yang akan kita buat, jadi berhati- hatilah dengan garis jika teman-teman akan membuat gambar kerja.

contoh aplikasi dari garis (ISO 128-1982) pada gambar kerja

Garis Tebal (0,5 mm 0,7 mm) digunakan untuk garis benda yang terlihat lansung, garis tepi.

Garis Tipis ( 0,25 mm 0,35 mm) digunakan untuk garis bayangan pada tekukan radius, garis penunjukan ukuran, garis proyeksi, garis penunjuk objek, garis arsir, garis senter pendek,

Garis Tipis Bebas (0,25 mm 0,35 mm) digunakan untuk batas bagian pandangan benda atau irisan yang tidak tepat pada garis sumbu.

Garis Tipis dengan Zig-Zag (0,25 mm 0,35 mm) garis pembatas tampilan bagian benda kerja yang panjang)

Garis Putus Tebal (o,5 mm 0,7 mm) digunakan untuk garis benda yang terhalang benda lain di depannya, garis tepi terhalang.

Garis Putus Tipis (0,25 mm 0,35 mm) digunakan untuk garis benda terhalang, garis tepi terhalang

Garis Strip Titik Tipis (0,25 mm 0,35 mm) digunakan untuk garis senter, garis tengah benda simetris, garis yang menunjukkan benda kerja yang dapat bergerak

Garis Strip Titik, Tebal pada Ujung dan Belokan (0,5/0,25 mm 0,7/0,35 mm) digunakan untuk garis pemotongan benda

Garis Strip Titik Tebal (0,5/0,25 mm 0,7/0,35 mm) digunakan untuk garis permukaan yang akan mendapatkan pengerjaan tambahan.

Garis Strip Titik Ganda (0,25 mm 0,35 mm) digunakan untuk garis benda yang berdekatan, bagian yang dapat bergerak, garis titik berat, garis benda yang ada di depan penampang potong.

5. Skala

Skala (ISO 5455-1979) menetapkan skala dan petunjuk penggunaan pada seluruh gambar teknik dalam bidang -bidang keteknikan. Skala merupaka rasio dimensi liner dari elemen suatu objek yang ditunjukkan dalam suatu gambar terhadap dimensi linier sebenarnya pada elemen suatu gambar.

Ukuran sebernarnya    : skala dengan dengan rasio 1 : 1

Skala diperbesar            : skala yang rasionya lebih besar dari 1 : 1

Skala diperkecil              : skala yang  rasionya lebih kecil dari 1 : 1

Besaran skala

Besaran skala yang direkomendasikan untuk digunakan pada gambar teknik ditentukan pada kategori di bawah ini.

Kategori                                            skala yang direkomendasikan

Skala perbesaran                          50 : 1, 20 : 1, 10 : 1, 5 : 1, 2 : 1

Skala pengecilan                           1 : 2                 1 : 5              1 : 10

1 : 20              1 : 50           1 : 100

1 : 200           1 : 500        1 : 1000

Penunjukan skala

Ketentuan penunjukan skala pada gambar adalah sebagai berikut:

1. Tanda penggunaan skala terdiri dari kata “SKALA”

  • Skala 1 : 1 untuk ukuran sebenarnya
  • Skala x : 1 untuk ukuran pembesaran
  • Skala 1 : x untuk ukuran pengecilan

2. Skala yang digunakan dicantumkan pada etiket

3. Jika penting untuk menggunakan lebih dari satu buah skala dalam satu gambar, hanya skala utama saja yang ditunjukkan pada etiket.

6. Alat – alat gambar

Dalam menggambar tentu saja kita membutuhkan perlatan yang nantinya kita pakai, nah adapun contoh alat – alat gambar yang sering digunakan dalam membuat gambar teknik diantaranya:

  • Pensil kayu
  • Pensil mekanik
  • Jangka
  • Penggaris
  • Meja Gambar
  • dst.

Nah teman2 untuk kali ini sampai disini dulu yah, saya sangat mengharapkan komentar teman2 jika membaca artikel gambar ini untuk perubahan isi, format artikel berikutnya.

  1. Tulisan
  2. Garis
  3. Skala
  4. Alat-alat gambar
  1. Pendahuluan (seperti biasa)
  2. Kertas
  3. Tulisan
  4. Garis
  5. Skala
  6. Alat-alat gambar
26
Apr

Mesin Milling Konvensional

Mesin Milling

Apa yang anda ketahui tentang mesin milling?

Mesin milling merupakan suatu mesin yang dipakai untuk proses pehilangan material/pemotongan materila dengan batuan cutter atau alat potong dimana pergerakan utama terjadi pada alat potong atau cutter.

Apa saja yang bisa dibuat di mesin milling?

  • Membuat alur
  • Membuat lubang
  • Membuat roda gigi
  • Membuat profil, dst.
Untuk dapat melakukan pemotongan benda kerja, harus ada gerakan yang dapat menyebabkan benda kerja terpotong. Dalam proses pemotongan dengan mesin milling terdapat tiga jenis gerakan diataranya.
  1. Gerakan Utama (berputar)
  2. Gerakan Pengikatan
  3. Gerakan Pemakanan

Gerakan utama (berputar) yaitu dimana cutter atau alat potong berputar pada sumbu spindel mesin

Gerakan pengikatan (penyetalan) merupakan gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakan dan pengembalian pada posisi semula, sehingga memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi potong cutter.

Gerakan pemakan yaitu dimana benda kerja bergerak sepanjang benda yang akan dikerjakan dengan bidang yang akan dipotong. Dalam gerakan pemakanan terdapat gerakan-gerakan lain diantaranya gerakan utama cutter dan gerakan dari benda kerja

Kekuatan Mesin

Dalam merancang suatu mesin, terdapat beberapa hal yang dimiliki oleh mesin itu sendiri yang dapat menentukan batas kemampuan suatu mesin untuk bekerja yang disebut dengan kekuatan mesin. Adapun hal-hal yang mempengaruhi kekuatan mesin adalah

  • Pahat
  • Benda Kerja
  • Kecepatan Potong
  • Penampang Tatal
26
Apr

Proses Mesin Milling Konvensional

mesin milling konvesional

26
Apr

Hello world!

Welcome to Blog.com.

This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!